Visit Travelovely.blogspot.com

Untuk pengalaman perjalanan yang mengesankan

Welcome To Edyson Photography

Wedding, Pre-Wedding, Models, Landscape, Birhtday Photoshoot.

Travelling Photoshoot

Foto-foto travelling

Landscape Indonesia

All About Landscape

Tampilkan postingan dengan label Landscape. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Landscape. Tampilkan semua postingan

Februari 06, 2017

Optimalkan Lensa Kit

Hallo semua, banyak dianatara para pemula yang tersandera oleh istilah lensa kit bawaaan dari kamera tidak bagus, tidak bisa menghasilkan foto yang keren, tidak berkelas dan banyak yang berpikiran bahwa itu kurang gaya. hal ini sebenarnya yang bisa membuat proses belajar menjadi terhambat karena memang tidak percaya diri dengan apa yang di punyai.
Lembang - Bandung - Nikon 3200 + Lensa Kit 18-55

Produsen kamera tentunya sudah melakukan survei dan penelitian yang mendalam mengenai lensa kit yang di sertakan dengan kamera. Pertanyaanya, Mengapa rentangnya selalu di 18-55 ? jawaban gampangnya karena memang kebanyakan orang-orang memotret di rentang lensa segitu, apabila ingin lensa yang lebih lebar atau lensa yang lebih jauh itu sudah termasuk spesialisasi penggunaan lensa. Contohnya seorang yang mencintai Landsape tentu lebih memilih lensa Wide Angel daripada lensa Zoom/Tele.
Lensa Kita jaman sekarang sudah lebih dari cukup untuk seorang pemula, apalagi yang kamu beli adalah kamera Fujifilm yang lensa Kitnya sudah jempolan banget. Lensa Kit sangat bisa kamu gunakan untuk belajar, setelah kamu menguasai teknik-teknik fotografi baru kamu bisa berinvestasi untuk lensa yang kamu butuhkan, ingat ya yang kamu butuhkan bukan yang kamu inginkan. Beli lha alat-alatmu sesuai dengan kebutuhanmu, apabila kamu membeli mengikuti keinginanmu maka itu tidak akan ada habisnya.
Alat-alat fotografi memang cukup menguras kantong bahkan tabungan, jadi kamu harus pintar-pintar dalam membelanjakannya. di bawah ini beberapa foto yang saya ambil dengan Lensa Kit


Sam Po Kong Semarang - Nikon 3100 + Lensa Kit 18-55
Curug Cikaso - Nikon 3100 + Lensa Kit 18-55
Lembang Bandung - Nikon 3100 + Lensa Kit 18-55
Gereja Blenduk - Semarang  - Nikon 3100 + Lensa Kit 18-55


Jadi Jangan pernah minder ya pake lensa kit, karena lensa kit juga bisa menghasilkan foto-foto yang keren lho. yang penting adalah kamu harus kuasai teknik dan cari sudut pengambilan gambar yang pas.


November 24, 2016

Taknik Foto Landscape atau Pemandangan II

Hallo pembaca Edyson Photography yang setia, kali ini saya akan melanjutkan sharing mengenai Landcape Photography yang sudah pernah saya bahas sebelumnya, jika sebelumnya saya menggunakan lenda kit 18-55 Nikon dan Lensa Super Wide punya Sigma 8-16, kali ini menggunakan lensa ultra wide sigma yang lainnya yaitu Sigma 10-20.

Sedikit penjelasan mengenai karakter lensa ini, untuk warna memang tidak setajam punya Nikon dan warna yang di hasilkan juga sedikit kalem, jujur saya lebih menyukai karakter lensa Wide Nikon yang menampilkan ketajaman di segala sisi, di Sigma ini, foto yang di hasilkan agak sedikit kurang tajam di ke empat sudut foto, tapi secara garis besar saya menyukai lensa ini.

kembali lagi ke teknik Foto Landscape, setelah di artiket sebelumnya saya menjelaskan mengenai teknik dasar seperti bukaan dan teman-temannya, kali ini saya akan share lebih mengenai moment dimana kita memotret. yang pertama adalah waktu, yang menjadi pertanyaan adalah kita ingin memotret moment apa ? apakah kita ingin memotret matahari terbit, matahari terbenam, ingin mendapatkan bayangan atau ingin mendapatkan pencahayaan yang total di foto kita. Hal ini penting karena untuk memotret landscape kita akan sangat tergantung pada cahaya matahari, apabila ingin memotret matahari terbit, pastikan jam 4 atau paling telat jam 5 kamu sudah di lokasi karena kamu harus menentukan dulu spot mana yang kira-kira keren untuk di potret. Untuk matahari terbenam kurang lebih sama jamnya, dan untuk memotret dengan kondisi cahaya maksimal sudah pasti kamu harus melakukan pas tengah hari.

 berikut contoh ketika saya memotret di jam 2 siang di Kintamani.
Arah cahaya dari atas
kamu bisa lihat arah cahaya dari atas, karena pada saat itu agak sedikit mendung dan awal begitu banyak, sehingga pastikan angel pengambilan gambarmu bisa mewakili apa yang ingin kamu munculkan di fotomu.

OK Setelah kita bahas masalah moment pencahayaan, mari kita bahas moment yang mungkin bisa kita tangkap apabila tempat yang mau kita potret penuh dengan orang, mengapa tidak di gabungkan saja landscape dan human interest ? itu yang saya alami ketika berencana akan memotret Sunset di Pantai Kuta, Bali, ternyata penuh sekali dengan orang.

Salah satu moment yang bisa di tangkap

Masukan dari saya, perhatikan keadaan sekitar ketika akan menekan tombol rana, karena kadang-kadang banyak hal unik yang bisa kita dapatkan tanpa kita sadari, tetaplah berkarya.

Moment Sunset yang bisa saya dapatkan di pantai Sanur
Kunjungi Blog Saudara kami untuk mengetahui destinasi wisata yang keren di .www.travelovely.blogspot.co.id

Maret 31, 2015

Review Lensa : AF-S DX NIKKOR 10-24mm f/3.5-4.5G ED

Kali ini EP akan melakukan review sebuah lensa ultra wide keluaran dari Nikon, Lensa ini berkode DX artinya di rekomendasikan untuk kamera-kamera nikon yang bersensor DX, misalnya D3100, D3300, D5300 dan teman-temannya. Lensa ini memiliki Bukaan 3.5 di FL 10 dan 4.5 di FL 24, untuk ukuran ketajaman lensa Nikon tidak perlu di ragukan lagi. untuk lensa ultra wide, ketajaman lensa ini sangat bagus di semua bidang foto.

AF-S DX NIKKOR 10-24mm f/3.5-4.5G ED

Ketika menggunakan lensa ini saya menggunakan kamera Nikon D3100, yang merupakan kamera entry level (Karena cuma punya ini, hehehe) warna yang di hasilkan juga sangat bagus. Di lensa ini memang tidak di benamkan fitur VR karena memang dengan jangkauan lensa seperti ini tidak rentan dengan goncangan. memang dengan lensa selebar ini, distorsi akan sangat terasa, tapi untuk foto landscape hal ini justru akan menambah dramatis.lensa seharga 10 jutaan ini memang sangat di rekomendasikan buat teman-teman yang menyukai fotografi landscape.

Dengan FL 10, Bokeh juga masih bisa di dapatkan

Kombinasi dengan Filter GND

Ketajaman langit dan curve yang bisa di dapatka dengan lensa ini
Semoga review ini bermanfaat untuk teman-teman semua.
Salam EP.

Keep Jepret Sampai Lowbet
Keep Sharing Sampai Kering
 == Team Rusuh === 

Juni 10, 2013

Landscape Photography

    Landscape, begitu mendengarkan kata-kata ini, pasti yang ada di benak rekan-rekan adalah pemandangan yang luas dan "WAH", dan yang pasti menggunakan lensa Wide/Ultra Wide. akan tetapi tidak semua foto landscape harus menggunakan Lensa Wide/Super Wide.
     Landscape adalah suatu aliran dalam fotografi yang mengcapture semua yang berhubungan dengan keindahan alam, waktu yang banyak di gunakan oleh FG untuk mengambil foto LS adalah ketika sunrise dan sunset, karena langit menghasilkan gradasi warna yang sangat memukau. untuk memfoto di waktu tersebut, biasanya kita menggunakan Slow Speed, karena memang cahaya yang ada sangat terbatas. saya biasanya menggunakan di bawah 15 detik, dan di bawah 20 detik untuk foto di pantai. karena deburan ombak air akan menghasilkan aliran halus yang dramatis.


    Foto diatas saya ambil di Pulau Pari, dimana sekitar jam 6. pertanyaannya, mengapa saya menggunakan Speed 1.3 detik ? karena matahari sudah sangat terang dan tidak memungkinkan bermain dengan slow speed, saya sudah menambahkan ND 8, tetapi tidak cukup menolong. jadi usahakan jangan bangun kesiangan kalau ingin memfoto sunrise ya. :D.

Tidak selamanya Foto LS harus berwarna, bisa juga kita menggunakan BW untuk sebuah foto LS untuk mendapatkan hasil yang dramatis. foto di atas mengapa saya buat menjadi BW ? karena banyak sampah warna-warni. kalau saya paksakan dengan warna justru warna-warni sampah akan sangat mengganggu. foto di atas saya menggunakan FL 8 mm, dari lensa sigma 8-16. hal yang saya suka dari lensa wide adalah foto yang di hasilkan lebih dramatis. coba perhatikan awannya.

Pernah Terbayangkan, foto landscape dengan lensa Fix ? saya pernah mencoba menggunakan lensa fix 50 mm untuk memfoto landscape city light kota bandung dari atas bukit moko, hasilnya tidak terlalu buruk, yang menjadi kendala adalah FL nya yang sudah pakem, jadi kita harus maju mundur untuk mendapatkan komposisi yang kita inginkan.


    Foto diatas menggunakan lensa Fix 50 mm 1.8 G


Peralatan yang disarankan untuk Fotografi Landscape :

- Kamera (Harus yang ini)
- Tripod ( Wajib juga )
- Filter CPL
- Filter GND
- Lensa ( yang ada aja ya)




April 07, 2013

Slow Speed (SS) Photography

Hay Teman-temen penghoby foto, uda lama gk sharing ilmu tentang fotografi, sekarang saya ingin share tentang slow speed Photography, yang kalo di indonesiakan sama aja artinya dengan fotografi kecepatan rendah.

Nah, untuk memfoto di tempat yang kurang cahaya atau gelap, sistem metering di kamera akan bekerja membuat kecepatan berkurang agar bisa menangkap objek yang berada di area gelap, yang jadi persoalan adalah sangat rentan terjadi goncangan/shake ketika menggunakan kecepatan rendah. karena kamera akan terbuka lebih lama untuk mengumpulkan cahaya yang akan menghasilkan foto.

Teknik slow speed sendiri artinya memotret dengan kecepatan shutter yang lama, teknik ini digunakan untuk menghasilkan foto di tempat yang kurang cahaya, atau foto yang terkesana bergerak.

contoh :





Perhatikan lampu mobil yang di belakang, itu tampak seperti bergerak, ini menggunakan kecepatan 1/1, atau 1 detik, apabila di rasa kurang bisa di turunkan lagi speednya.

 Teknik SS juga sangat berguna untuk fotografi landscape, terutama untuk foto sunset dan sunrise, karena cahaya yang minim, kita memerlukan kecepatan shuuter yang lambat, bahkan bisa menggunakan Bulb.
contoh foto landscape




 Demikian sedikit sharing ilmu dari saya yang sangat ringkas, apabila ada yang kurang di mengerti bisa kirim email ke edysonphoto@gmail.com.saya dengan senang hati akan menjawab selagi saya bisa menjawab.




 


Maret 17, 2013

Keindahan Pulau Pari

Sabtu pagi sudah bersiap-siap dari bulak kapal (Bekasi) untuk menuju muara angke, untuk menyebrang ke sebuah pulau eksotis dengan nama Pulau Pari. Sebuah pulau kecil di dalam gugusan kepulauan seribu yang secara administratif masuk kedalam wilayah DKI Jakarta.

Kapal Kharisma Anugrah yang merupakan kapal kayu mengantarkan kami ke Dermaga Pulau Pari, di temani oleh air laut hitam di muara angke dan bau menyengat dari ikan-ikan di pasar ikan.

 
Suasana di Kapal Kharisma Anugrah ( Take Nikon D3100 )
sampai di kapal tepat pukul jam 07.00 pagi, menunggu sejenak sampai kapal penuh dan berangkat. perjalanan kurang lebih 2 jam dari angke - Pari. Begitu kapal meninggalkan pantai Jakarta, kami sudah di sambut oleh keruhnya air laut di teluk jakarta ini yang hitam dan penuh sampah.

Perjuangan yang di iringi nekat terbayar setelah sampai di Pari, pulau yang masih sangat bersih dan asri, jauh dari jamahan tangan manusia.

Salah satu Pemandangan di depan dermaga Pulau Pari (Take Nikon D3100)
 Pantai yang mengelilingi pulau ini begitu eksotik untuk di rekam dalam memori kamera. berikut beberapa foto sunset dan sunrise yang terekam dalam kamera kesayangan Nikon D3100.

Sun
Pantai Perawan ( Take Nikon D3100 )

Sunrise @ Pantai Perawan ( Take Nikon D3100 )
Sunrise @ Pantai Perawan ( Take Nikon D3100 )

Sunrise @ Pantai Perawan ( Take Nikon D3100 )

Sunrise @ Dermaga Pari ( Take Nikon D3100 )

Terumbu Karang di Pantai Tak berpenghuni ( Take Nikon D3100 )

Sunrise @ Dermaga ( Take Nikon D3100 )

No Name Bridge ( Take Nikon D3100 )

Sunrise @ Pantai Perawan ( Take Nikon D3100 )

Perahu-perahu di Pantai Perawan ( Take Nikon D3100 )

Pantai LIPI ( Take Nikon D3100 )

Pantai LIPI bibit bakau ( Take Nikon D3100 )

Pantai LIPI ( Take Nikon D3100 )

Sunset @ Pantai LIPI ( Take Nikon D3100 )

Sunset @ Pantai LIPI ( Take Nikon D3100 )

Sunset @ Pantai LIPI ( Take Nikon D3100 )

Sunset @ Pantai LIPI ( Take Nikon D3100 )

Sunset @ Pantai LIPI ( Take Nikon D3100 )

Sunset @ Pantai LIPI ( Take Nikon D3100 )

ebook Pari island bisa di download disini : Download